Ringkasan Program
Sesi 1
Dasar SAR & Interpretasi Citra
Memahami prinsip SAR serta mampu membaca dan menampilkan data SAR.
Sesi 2
Teori & Aplikasi InSAR
Memahami InSAR untuk pemantauan deformasi dan pemetaan topografi.
Sesi 3
Praktik Pembuatan DEM dengan SNAP
Mampu membuat DEM dari data SAR Sentinel-1.
Tujuan: Peserta memahami prinsip SAR dan mampu membaca serta menampilkan data SAR.
1.Pengantar Pelatihan & Kemampuan Dasar SAR
- Definisi SAR: Synthetic Aperture Radar
- Keunggulan SAR: segala cuaca, siang dan malam, menembus awan
- Aplikasi SAR: pemetaan, kebencanaan, deformasi, pertanian, kelautan
- Alur kerja pengolahan SAR
2.Pengantar Penginderaan Jauh SAR
- Sifat gelombang mikro — frekuensi, panjang gelombang, polarisasi, hamburan balik
- Konsep pencitraan SAR & sifat geometrik — pandang menyamping, range dan azimut; distorsi foreshortening, layover, shadow
- Radiometrik SAR — nilai DN menjadi Sigma0; faktor yang memengaruhi intensitas pantulan
3.Praktik Lab 1
- Membaca struktur data SAR: format SAFE, metadata, orbit
- Menampilkan data SAR di SNAP: impor, band, komposit RGB
- Interpretasi visual: mengenali tutupan lahan, air, dan bangunan dari citra SAR
Tujuan: Peserta memahami InSAR untuk pemantauan deformasi dan pemetaan topografi.
1.Pengantar Interferometric SAR / InSAR
- Prinsip dasar interferometri: dua citra dan beda fase
- Syarat data InSAR: baseline, selang waktu, koherensi
- Aplikasi InSAR: deformasi, DEM, perubahan tutupan
2.InSAR untuk Pemantauan Deformasi
- DInSAR: deteksi penurunan muka tanah, gempa, erupsi
- Pendekatan deret waktu: PSInSAR dan SBAS
- Batas kemampuan dan sumber galat pada deformasi InSAR
3.InSAR untuk Pemetaan Topografi
- Geometri across-track: baseline tegak lurus
- Prinsip matematis: hubungan fase, beda jarak, dan elevasi
- Tinggi ambigu: selisih tinggi yang setara satu fringe penuh
- Phase unwrapping: mengubah fase terbungkus menjadi fase absolut
- Perbandingan DEM InSAR dengan SRTM, AW3D30, dan DEMNAS
- Latihan soal: menghitung elevasi dari nilai fase
Tujuan: Peserta mampu membuat DEM dari data SAR Sentinel-1.
1.Tinjauan Perangkat Lunak SAR
- Pengenalan SNAP ESA beserta Sentinel-1 Toolbox
- Data yang dibutuhkan: dua citra Sentinel-1 SLC, berkas orbit presisi, DEM SRTM
- snaphu dipasang terpisah untuk tahap unwrapping
2.Workflow Pembuatan DEM InSAR di SNAP
- Pemilihan Pasangan Citrarelative orbit dan arah lintasan sama
- Verifikasi Informasi Baselinecek baseline tegak lurus dan selang waktu
- Penerapan Informasi Orbitorbit presisi POEORB dari ESA
- S-1 TOPS Splitpilih subswath, burst, dan polarisasi
- Koregistrasi Back-Geocodingmenyamakan geometri dua citra memakai DEM
- Enhanced Spectral Diversitykoreksi pergeseran azimut antarburst
- Pembentukan Interferogram & Estimasi Koherensikurangi fase bumi datar, jangan kurangi fase topografi
- TOPS Deburstsatukan burst menjadi citra utuh
- Multilookingnisbah 4 banding 1 agar piksel mendekati persegi
- Penapisan Fase Goldsteinpertajam fringe, reduksi derau
- Phase UnwrappingSnaphu Export, jalankan snaphu mode TOPO, lalu Snaphu Import
- Konversi Fase ke ElevasiPhase to Elevation, masih dalam geometri radar
- Terrain Correction & GeocodingRange-Doppler, keluaran WGS 84
- Ekspor HasilDEM InSAR dalam format GeoTIFF
Perhatikan urutan tahap 3 dan 5. Penerapan orbit presisi dijalankan sebelum koregistrasi,
sebab Back-Geocoding menghitung posisi tiap piksel memakai vektor orbit. Menjalankan koregistrasi lebih
dahulu berarti perhitungan bersandar pada orbit bawaan produk yang jauh lebih kasar, dan sisa galatnya
terbawa sampai ke DEM akhir.
3.Analisis DEM & Pascapengolahan
- Validasi DEM hasil terhadap SRTM, AW3D30, atau DEMNAS
- Hillshade, kemiringan lereng, dan aspek dari DEM
- Penerapan DEM untuk analisis hidrologi dan pemodelan genangan
Silabus ini versi ringkasnya. Uraian lengkap tiap topik, tabel parameter, latihan hitung, dan kuis pemahaman tersedia pada halaman modul.
Buka Daftar Modul →